LAMPUNG POST I Tubaba

Blogger ini terintegrasi dengan http://www.lampost.co

Friday, May 25, 2018

Mapolres Tubaba Akan dibentuk 2020

Mapolres Tubaba Akan dibentuk 2020

 Winarko  24 May 2018 - 15:21

Kapolda Lampung Irjen Pol Sutana didampingi bupati Umar Ahmad menjelaskan rencana pembentukan Mapolres Tubaba. (Merwan)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Terkendala anggaran, Pembentukan Mapolres Tulangbawang Barat (Tubaba) batal dilakukan tahun ini. Pembentukan akan dilakukan setelah anggaran disiapkan dalam APBN 2020.
"Untuk pembentukan mapolres baru, selain menyiapkan personel juga harus didukung anggaran. Sampai saat ini pemerintah pusat belum menyiapkan anggarannya," ujar Kapolda Lampung IrjenPol Sutana saat melakukan kunjungan kerja ke Tubaba, Kamis (24/5/2018) siang.
Terkait belum siapnya anggaran tersebut, lanjut Kapolda, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, enggan memberikan keputusan untuk pembentukan Mapolres persiapan di kabupaten Tubaba.
"Saya mohon maaf, pembentukan Mapolres baru bisa dilakukan 2020. Saya sudah berupaya ke Mabes Polri dan Menpan-RB, tapi tetap mentok dianggaran," kata kapolda dihadapan bupati dan tokoh masyarakat Tubaba. 
Namun, kata Kapolda, tahun depan masyarakat Lampung akan memiliki gedung Mapolda baru yakni di lokasi lahan kotabaru didekat Itera Lampung. Gedung Mapolda ini dibangun diatas lahan seluas 4 hektare lebih hibah dari pemerintah provinsi.
"Biaya pembangunan Mapolda ini, selain dari provinsi juga dibantu dari kabupaten/kota," kata dia.

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

 Adi Sunaryo  24 May 2018 - 17:47

Irjenpol Suntana memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para santri di Pondok Pesantren Al Furqon, Tulangbawang Tengah, Kamis (24/5/2018). (Lampost.co/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjenpol Suntana dan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad mengunjungi Pondok Pesantren Al Furqon, kelurahan Panaraganjaya, pimpinan Ketua MUI Tubaba, Ustaz Muhyidin Pardi. Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Lampung beserta rombongan disambut ratusan santri.
Di awali sambutan pimpinan pondok pesantren, Ustaz Muhyidin Pardi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dari keluarga besar Polda Lampung untuk pertama kalinya di Pondok pesantrennya tersebut.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi motivasi bagi para santri, bahwa pondok pesantren adalah mitra Polri, para santri adalah sahabat polisi," kata pengurus forum pimpinan pondok pesantren se-Tubaba tersebut, Kamis (24/5/2018).
Ustaz Muhyidin kepada Kapolda menyatakan bahwa dari 26 pondok pesantren yang ada di kabupaten Tubaba, baik yang menggunakan metode salafi, salafi modern maupun yang modern dipastikan mendukung pihak kepolisian dalam memerangi aksi terorisme.
"Santri yang ada di kabupaten ini tidak ada alasan untuk tidak menjadi mitra polisi, sahabat polisi, kami menolak terorisme dan benci dengan berita-berita bohong yang dapat memecah belah persatuan umat bangsa dan negara ini," ujarnya.
Komitmen pondok pesantren dengan para santrinya mendukung program Polri tersebut di apresiasi oleh Kapolda Lampung dengan memberikan penghargaan kepada para santri di Pondok pesantren Al Furqon.
"Siapa santri yang berani maju bisa hafal surat Yasin dan bisa menjawab pertanyaan pertanyaan dari saya, akan diberi hadiah uang. Ayo ini untuk santri yang berani silahkan maju," kata Kapolda menantang para santri untuk berani menjawab pertanyaan dari Kapolda di hadapan bupati dan seluruh pejabat dan hadirin yang datang.

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

 Adi Sunaryo  24 May 2018 - 17:47

Irjenpol Suntana memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para santri di Pondok Pesantren Al Furqon, Tulangbawang Tengah, Kamis (24/5/2018). (Lampost.co/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjenpol Suntana dan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad mengunjungi Pondok Pesantren Al Furqon, kelurahan Panaraganjaya, pimpinan Ketua MUI Tubaba, Ustaz Muhyidin Pardi. Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Lampung beserta rombongan disambut ratusan santri.
Di awali sambutan pimpinan pondok pesantren, Ustaz Muhyidin Pardi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dari keluarga besar Polda Lampung untuk pertama kalinya di Pondok pesantrennya tersebut.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi motivasi bagi para santri, bahwa pondok pesantren adalah mitra Polri, para santri adalah sahabat polisi," kata pengurus forum pimpinan pondok pesantren se-Tubaba tersebut, Kamis (24/5/2018).
Ustaz Muhyidin kepada Kapolda menyatakan bahwa dari 26 pondok pesantren yang ada di kabupaten Tubaba, baik yang menggunakan metode salafi, salafi modern maupun yang modern dipastikan mendukung pihak kepolisian dalam memerangi aksi terorisme.
"Santri yang ada di kabupaten ini tidak ada alasan untuk tidak menjadi mitra polisi, sahabat polisi, kami menolak terorisme dan benci dengan berita-berita bohong yang dapat memecah belah persatuan umat bangsa dan negara ini," ujarnya.
Komitmen pondok pesantren dengan para santrinya mendukung program Polri tersebut di apresiasi oleh Kapolda Lampung dengan memberikan penghargaan kepada para santri di Pondok pesantren Al Furqon.
"Siapa santri yang berani maju bisa hafal surat Yasin dan bisa menjawab pertanyaan pertanyaan dari saya, akan diberi hadiah uang. Ayo ini untuk santri yang berani silahkan maju," kata Kapolda menantang para santri untuk berani menjawab pertanyaan dari Kapolda di hadapan bupati dan seluruh pejabat dan hadirin yang datang.

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

Kapolda Lampung-Bupati Tubaba Beri Motivasi Santri Al Furqon Perangi Terorisme

 Adi Sunaryo  24 May 2018 - 17:47

Irjenpol Suntana memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para santri di Pondok Pesantren Al Furqon, Tulangbawang Tengah, Kamis (24/5/2018). (Lampost.co/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjenpol Suntana dan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad mengunjungi Pondok Pesantren Al Furqon, kelurahan Panaraganjaya, pimpinan Ketua MUI Tubaba, Ustaz Muhyidin Pardi. Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Lampung beserta rombongan disambut ratusan santri.
Di awali sambutan pimpinan pondok pesantren, Ustaz Muhyidin Pardi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dari keluarga besar Polda Lampung untuk pertama kalinya di Pondok pesantrennya tersebut.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi motivasi bagi para santri, bahwa pondok pesantren adalah mitra Polri, para santri adalah sahabat polisi," kata pengurus forum pimpinan pondok pesantren se-Tubaba tersebut, Kamis (24/5/2018).
Ustaz Muhyidin kepada Kapolda menyatakan bahwa dari 26 pondok pesantren yang ada di kabupaten Tubaba, baik yang menggunakan metode salafi, salafi modern maupun yang modern dipastikan mendukung pihak kepolisian dalam memerangi aksi terorisme.
"Santri yang ada di kabupaten ini tidak ada alasan untuk tidak menjadi mitra polisi, sahabat polisi, kami menolak terorisme dan benci dengan berita-berita bohong yang dapat memecah belah persatuan umat bangsa dan negara ini," ujarnya.
Komitmen pondok pesantren dengan para santrinya mendukung program Polri tersebut di apresiasi oleh Kapolda Lampung dengan memberikan penghargaan kepada para santri di Pondok pesantren Al Furqon.
"Siapa santri yang berani maju bisa hafal surat Yasin dan bisa menjawab pertanyaan pertanyaan dari saya, akan diberi hadiah uang. Ayo ini untuk santri yang berani silahkan maju," kata Kapolda menantang para santri untuk berani menjawab pertanyaan dari Kapolda di hadapan bupati dan seluruh pejabat dan hadirin yang datang.

Kapolda Sebut Semua Wilayah Berpotensi Jadi Basis Radikalisme

Kapolda Sebut Semua Wilayah Berpotensi Jadi Basis Radikalisme

 Sri Agustina  24 May 2018 - 22:50


Kapolda Lampung Irjen Suntana saat kunjungan kerja di kabupaten Tulangbawang Barat usai meresmikan program Ide Sicantik Mapolres persiapan Tubaba, Kamis (24/5/2018). (Foto:Lampost/A.Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co)--Kepala kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjenpol Suntana, enggan menyebutkan secara spesifik dimana titik penyebaran paham radikalisme di Provinsi Lampung. Namun, Kapolda menyebut semua wilayah di Lampung dapat menjadi basis munculnya radikalisme, karena itu jajarannya tidak akan melihat satu wilayah saja, tapi semua akan diawasi secara simultan dan bersama-sama. 
"Semua wilayah berpotensi menjadi penyebaran radikalisme, itukan sel sel sehingga mereka akan melihat ruang ketahanan masyarakat yang kurang disitu mereka bisa masuk," kata Kapolda usai buka bersama dengan Bupati Tubaba Umar Ahmad di lantai dua gedung sesat Agung Bumi Gayo Panaraganjaya, Kamis (24/5/2018).

Dalam kesempatan tersebut Kapolda berharap jika pemerintah daerah ada anggaran untuk bisa membuat acara pencegahan yang dilakukan bersama TNI dan Polri kepada masyarakat terutama generasi muda pelajar, mahasiswa dalam rangka pencegahan.
"Bisa dilakukan dalam bentuk apel upacara bersama seperti yang akan kita gelar serentak disetiap daerah bersama dengan bupati, TNI, Polri dan semua elemen masyarakat ikut apel, kita sampaikan kepada orang lain yang masih ingin bermain mengacaukan Indonesia dengan cara semacam itu bahwa kami tidak takut dengan terorisme,"ujarnya.